“Si penghubung jarak” yang mengantar paket sampai depan pintu | Koleksi foto pribadi Suatu siang di pertengahan April. Pikiranku nge-blank beberapa detik saat membaca chat dari tukang service: “Maaf laptop trouble di mainboard . Saya tidak bisa memperbaiki”. Seketika badanku terasa limbung. Telapak tanganku dingin, meski di luar matahari sedang garang-garangnya. Hari itu, aku seakan dipaksa mengaku, “laptopku benar-benar sudah rusak”. Sekitar pukul 10, aku memang membawa laptop abu-abu hitam itu ke tokonya. Pagi itu, entah kenapa, laptopku tidak mau menyala saat tombol power ditekan. Padahal, hari sebelumnya masih normal saat kupakai untuk mengedit video. Tiba-tiba saja, "napasnya" berakhir. Laptop yang sudah menemaniku selama delapan tahun itu tumbang, pamit tanpa kata. Padahal, hari-hari itu adalah waktu krusial. Kurang dari sepekan, kelas webinar yang aku handle di Universitas Terbuka harus digelar. Untuk kali pertama, aku dipercaya menjadi pembimbing proposal p...
ER's BLOG
Hidup tidak membiarkan satu orangpun lolos untuk cuma jadi penonton.